Mesjid Cipaganti, Karya Aristek Ternama Belanda

November 16, 2011
By

Dari sejumlah masjid yang ada di Kota Bandung, Masjid Besar Cipaganti merupakan salah satu  masjid tertua dan paling banyak menyimpan banyak sejarah. Mesjid Besar cipaganti – merupakan masjid tertua kedua di bandung, setelah masjid Raya Agung Bandung. Masjid ini dibangun pada 1933 diarsiteki oleh Kamal Wolf Schoemaker yang tutup usia pada tahun 1949, Proses pembuatan dan perencanaan terlihat dalam catatan yang berada di salah satu tembok mesjid tersebut.

 Profesor Kemal Wolf Schoemaker merupakan arsitek kenamaan Belanda yang juga merancang bangunan hotel Preanger dan Villa Isola. Pria  berkebangsaan Belanda yang dikenal  banyak meninggalkan heritage di Kota Bandung.

Secara fisik, pengaruh Eropa terlihat dalam arsitektur Mesjid ini. Dalam rancangannya, Schoemaker menggabungkan konstruksi bangunan dari berbagai budaya seperti lampu gantung di tengah masjid yang bergaya Eropa yang dikombinasikan dengan memasukkan unsur-unsur etnik Jawa dan Arab pada interior bangunan masjid ini.

Ornamen jawa terlihat pada ukiran-ukiran tembok yang berbentuk bunga atau sulur-sulur, sedangkan unsur arab terlihat dari dekorasi kaligrafi yang menghiasi masjid ini.Mesjid ini didirikan atas anjuran bupati Bandung R.A.A Hasan Soemadipraja .

Menurut bapa udju (salah satu pengurus masjid), beliau mengatakan, Mesjid Cipaganti sudah beberapa kali mengalami renovasi namun cirikhasnya masih dipertahankan seperti pintu dan gerbang berbentuk kubah yang terbuat dari tembok berhiaskan kaligrafi warna hijau, dan ornamen mesjid yang masih sangat terjaga kondisinya  seperti lampu, empat tiang penyangga masjid dari kayu jati, sejumlah kaligrafi, dinding bagian dalam, dan pondasi, ujar pria yang genap berusia 75 tahun ini.

Karena nilai sejarahnya itulah keberadaan Masjid Besar Cipaganti menjadi heritage yang harus dilindungi berdasar UU Cagar Budaya No 5/1992.

Mesjid yang terletak di JL. Cipaganti No 85, Kecamatan Sarijadi, Bandung ini sebagai saksi sejarah yang tak lekang dimakan zaman meski  berada ditengah – tengah bangunan moderen yang menjulang di jalan Cipaganti bandung. (11/11/2011) (Candra Kirana/Rezza Meidika/Asmi Munandar/Diansyah Putra/uts)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ARSIP